Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Jangan jadi Orang Sederhana jika bukan karena pilihan!

     Tulisan akan saya mulai dengan sebuah pernyataan seorang teman, “kesederhanaan itu merupakan sebuah pilihan”
    Pernyataan ini kemudian memberikan semacam ‘stimulus’ dalam pikiran saya, apakah benar seperti itu?... ternyata dalam kehidupan modern seperti saat ini, pernyataan tersebut menemukan korelasinya (sebenarnya sih sejak zaman baheula kesederhanaan merupakan pilihan hidup bukan keterpaksaan)
    Hanya saja, memang mengartikan perwujudan sikap sederhana agar semua orang setuju bukanlah hal yang mudah, melainkan memberikan kesulitan tersendiri, sama halnya  merumuskan makna cantik… sangat relative! Artinya: bagi seorang Menteri yang memakai mobil XXX merupakan hal biasa, padahal bagi orang lain bisa jadi merupakan bentuk keangkuhan karena tidak peka dengan lingkungan.
   Ini juga yang menjadi pertanyaan besar bagi saya, dalam konteks pendidikan bisa jadi dikotomi ini dapat ditemui dalam lembaga pendidikan yang disebut dengan boarding school dan (misalnya) Pesantren disisi lain, dalam banyak hal, persepsi orang akan mengatakan bahwa yang namanya boarding school identik dengan kemewahan, mulai dari fasilitas yang wah hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang sangat memadai.

Mari Sekolah Tanpa Kekerasan

     Judul tulisan ini bisa jadi satu keganjilan bagi sebagian orang, pasalnya, suatu keganjilan ketika ada sekolah yang menyuburkan tindakan kekerasan!. Lalu sebenarnya apakah kekerasan itu betul-betul ada dalam suatu lembaga pendidikan yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai kebersamaan atau keadilan bagi anggota sekolah tersebut (pendidik, tenaga kependidikan dan siswa)? Kalau diibaratkan, sekolah adalah suatu keluarga. Ini yang perlu disadari oleh semua orang yang turut serta dalam proses pendidikan disebuah lembaga pendidikan, apapun bentuk lembaga tersebut!
      “dunia ini adalah panggung sandiwara”, mungkin ada yang pernah mendengar lagu yang dilantunkan oleh Nicky Astria (alm) pada tahun 90-an?.. ya, dunia ini pada hakikatnya merupakan panggung sandiwara yang besar, dimana didalamnya banyak sekali jenis pemain. Sekolah (dalam konteks tulisan ini) merupakan panggung sandiwara!, pemainnya terdiri atas: Penindas (subyek), Tertindas (obyek) dan Penonton.

Sekolah Berstandar atau Bertarif International?

Apa sih yang disebut dengan sekolah standar internasional? Bagaimana mengukur suatu lembaga pendidikan memiliki standar internasional? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa suatu sekolah disebut sekolah internasional jika:
  • Ada diantara peserta didiknya yang berasal dari luar negeri, hehehe…
  • Manajemen, Kurikulum dan tetek bengek lainnya memang ikut serta atau mengacu pada apa yang berlaku dan diakui oleh banyak Negara.

sekolah=Lembaga Pendidikan: Standar Pendidikan



    Menyebut lembaga pendidikan berkualitas, tentu tidak hanya diukur dari kelulusan 100% dalam ujian akhir Nasional, tetapi masih ada 7 (tujuh) indicator lain. Celakanya, kriteria kelulusan UAN seakan menjadi indicator penentu dalam ‘menghakimi’ suatu sekolah adalah berkualitas. Dengan kata lain, masyarakat kita terjebak dalam asumsi sepihak bahwa factor kognitif-lah yang menjadi penentu derajad kualitas suatu lembaga pendidikan, efeknya adalah: sekolah yang berhasil meluluskan siswanya dalam ujian nasional hingga 100%, dapat dipastikan ramai pendaftar siswa baru. Keramaian tersebut didukung oleh kecemasan orang tua akan masa depan anaknya jika menuntut ilmu di sekolah yang kelulusan siswanya dalam ujian nasional mencemaskan.

Visi dan Misi Lembaga Pendidikan



Makna dan arti pendidikan telah diketahu, sekarang sedikit lebih spesifik dapat saya tuliskan beberapa hal terkait dengan arti penting ’visi’ dan ‘misi’ bagi suatu lembaga pendidikan.

Setiap lembaga atau organisasi pada hakikatnya harus mempunyai visi, hal ini dikarenakan karena visi merupakan:“sebuah gambaran tentang masa depan dimana sebuah organisasi akan berada”. Visi akan menjelaskan yang akan terjadi atau dicapai oleh organisasi (baca: lembaga pendidikan) pada masa depan dan harus menjelaskan mengapa akan menjadi seperti itu. Sangat wajar jika dalam implementasinya, visi menghadapi beberapa hambatan, hambatan tersebut antara lain:

Sekolah - Lembaga Pendidikan dan Makna Pendidikan



Kehidupan yang kompleks pada akhirnya menuntun kepada profesionalitas, ini juga yang harus di perhatikan setiap lembaga pendidikan di negeri ini, kemudian menjadi pertanyaan besar: profesionalisme seperti apa yang diharapkan masyarakat dengan adanya suatu lembaga pendidikan??
Pertanyaan ini agaknya terjawab dengan menilik kembali apa makna pendidikan itu sendiri, dengan pemahaman yang baik akan pengertian pendidikan, kita menjadi tahu bagaimana pentingnya pendidikan bagi kita semua. Pendidikan dalam bahasa inggrisnya disebut juga dengan education, kata education tersebut aselinya berasal dari bahasa latin yaitu: educare dan educere. Apa bedanya?

Sebuah Buku dan Kakek (bag. 2)

Rasa penasaran saya mulai sedikit terjawab ketika saya pulang (5-7 April 2012),  saya menyempatkan diri bermain ke rumah nenek, dan kebet...