berdiam diri tidak akan diingat zaman, berkata hanya diingat untuk hitungan hari, berkarya akan diingat sepanjang zaman.
Jangan jadi Orang Sederhana jika bukan karena pilihan!
Tulisan akan saya mulai dengan sebuah pernyataan seorang teman, “kesederhanaan itu merupakan sebuah pilihan”
Pernyataan ini kemudian memberikan semacam ‘stimulus’ dalam pikiran saya, apakah benar seperti itu?... ternyata dalam kehidupan modern seperti saat ini, pernyataan tersebut menemukan korelasinya (sebenarnya sih sejak zaman baheula kesederhanaan merupakan pilihan hidup bukan keterpaksaan)
Hanya saja, memang mengartikan perwujudan sikap sederhana agar semua orang setuju bukanlah hal yang mudah, melainkan memberikan kesulitan tersendiri, sama halnya merumuskan makna cantik… sangat relative! Artinya: bagi seorang Menteri yang memakai mobil XXX merupakan hal biasa, padahal bagi orang lain bisa jadi merupakan bentuk keangkuhan karena tidak peka dengan lingkungan.
Ini juga yang menjadi pertanyaan besar bagi saya, dalam konteks pendidikan bisa jadi dikotomi ini dapat ditemui dalam lembaga pendidikan yang disebut dengan boarding school dan (misalnya) Pesantren disisi lain, dalam banyak hal, persepsi orang akan mengatakan bahwa yang namanya boarding school identik dengan kemewahan, mulai dari fasilitas yang wah hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang sangat memadai.
Ini juga yang menjadi pertanyaan besar bagi saya, dalam konteks pendidikan bisa jadi dikotomi ini dapat ditemui dalam lembaga pendidikan yang disebut dengan boarding school dan (misalnya) Pesantren disisi lain, dalam banyak hal, persepsi orang akan mengatakan bahwa yang namanya boarding school identik dengan kemewahan, mulai dari fasilitas yang wah hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang sangat memadai.
Catatan Akhir Tahun 2011 (bag. 2)
Kegagalan
saya pergi ke Purwokerto, membuat saya terpikir untuk pergi ke Lampung, selain
sudah setahun tidak kesana lagi-lagi kebetulan disana ada temen juga, malamnya
saya online, saya ngobrol dengan adik kelas saya yang berasal dari
lampung, ujung-ujungnya saya bertanya kondisi angkutan dari Jogja ke Lampung. Apa jawabnya? Setali tiga uang, kondisi angkutan
dari Jogja ke lampung saat liburan akhir tahun seperti ini juga ramai dan
padat!!.
Akhirnya, saya putuskan untuk tidak kemana-mana,
terpikirkan untuk pulang saja esok harinya. Dan saya kemudian tidur… paginya (Kamis,
29 Desember 2011), ada beberapa
sms dari temen kuliah yang masuk di hape (sebut namanya IHSAN):
Catatan Akhir Tahun 2011 (bag. 1)
Hari Rabu, 28 Desember 2011 lalu, saya berencana mengunjungi sahabat saya di Purwokerto. Semua sudah disiapkan, mulai dari bekal perrjalanan (wah, kayak mau naik gunung saja nih) hingga berkas-berkas yang hendak dibahas. Penuh semangat saya mendatangi terminal Yogyakarta yang berada di bagian selatan jalan Ringroad, saya tiba di terminal lebih kurang jam 10.20. setelah menitipkan sepeda besi dipenitipan sepeda motor (dengan akad menginap) saya datang kebagian jurusan Jogja –Purwokerto.
Dari jauh saya melihat, banyak kerumunan manusia disekitar bis yang hendak pergi ke purwokerto, saya datangi kerumunan tersebut dan menanyakan: “kira-kira jam berapa bis ini berangkat ke Purwokerto?”, jawab salah seorang penumpang:”mas, kalau mau berangkat sekarang, seat-nya sudah habis, silahkan nunggu penjual tiket (tepatnya memesan nomor kursi, pen), dan itupun kalau kebagian ya berangkat untuk jam 13.30”.!.. alamaaaaaaak!!!, jerit hati saya ketika tahu bahwa setidak-tidaknya saya berangkat ke purwokerto sekitar jam 13.30.. pikir dan pikir, pada akhirnya keputusannya, saya coba menunggu pihak bis datang (agen?) untuk memesan tempat duduk.
Dari jauh saya melihat, banyak kerumunan manusia disekitar bis yang hendak pergi ke purwokerto, saya datangi kerumunan tersebut dan menanyakan: “kira-kira jam berapa bis ini berangkat ke Purwokerto?”, jawab salah seorang penumpang:”mas, kalau mau berangkat sekarang, seat-nya sudah habis, silahkan nunggu penjual tiket (tepatnya memesan nomor kursi, pen), dan itupun kalau kebagian ya berangkat untuk jam 13.30”.!.. alamaaaaaaak!!!, jerit hati saya ketika tahu bahwa setidak-tidaknya saya berangkat ke purwokerto sekitar jam 13.30.. pikir dan pikir, pada akhirnya keputusannya, saya coba menunggu pihak bis datang (agen?) untuk memesan tempat duduk.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sebuah Buku dan Kakek (bag. 2)
Rasa penasaran saya mulai sedikit terjawab ketika saya pulang (5-7 April 2012), saya menyempatkan diri bermain ke rumah nenek, dan kebet...
-
Apa sih yang disebut dengan sekolah standar internasional? Bagaimana mengukur suatu lembaga pendidikan memiliki standar internasional? Sec...
-
Kehidupan yang kompleks pada akhirnya menuntun kepada profesionalitas, ini juga yang harus di perhatikan setiap lembaga pendidikan di neg...
-
Rasa penasaran saya mulai sedikit terjawab ketika saya pulang (5-7 April 2012), saya menyempatkan diri bermain ke rumah nenek, dan kebet...